RSS

dilema gila asamu dan cintaku


Singkaplah tabirmu,
berlakulah selayaknya apa dirimu.
Bergeliatlah nan mengundang,
Kulumlah senyummu nan menantang.

Kan kuhampirimu,
secepat debaran dada.
Tanpa angin sempat tau,
Gairahku tlah luruh dipelukmu.

Erangan bak singa betina.
Liuk geliat bak ular di lebat hutan belantara.
Terbenam dalam tarian gairah masa depanmu
Tersiksa dilema gila asamu dan cintaku, cinta kita yang tak mesti malu

Engkau sungguh tau apa berlaku
Ketika hasratku menyusup dibalik kesadaranmu
Jangan kau coba untuk berpaling
Cinta ini tlah menyatu didarahmu dengan begitu hening.

Jadilah selirku yang tercinta
Ketimbang permaisuri di tahta hampa
Membual kasih sayang yang terpenjara dogma
Riangmu sungguh kupastikan terdera pedih mengingatku belaka

Cinta ini memang tak tau diri
Gelora ini memang memalukan dan hampir basi
Tapi itu untuk mata – mata yang miskin kasih
Karna kau sungguh tau, tiada saat tanpa senyum ketika kita memadu kasih.

Advertisements
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: