RSS

jalan asmara


Jalan asmara berliku, riuh, dan berbatu.
Tak semesra senggama bunga dan kupu – kupu.
Tak semerdu alunan debur ombak pantai.
Sporadis, semrawut, penyakitan, sumbang, dan gontai.

Namun mengapa embun nan setia tetesi daun?
Sedang gersang terus menyengat rasa tanpa ampun.
Namun mengapa binar tak jua padam?
Sedang jumpa, berlanjut tikam – menikam?

Jalinan digugat, ikrar disangsikan.
Pelita boleh meredup namun tak rela terbinasakan.

Seringai srigala lapar dimalam purnama.
Bosan menanti celah prahara,
Dingin malam lelah bekukan asmara.
karna purnama terhangatkan terikatnya rasa.

Menghiitung persamaan , memilah perbedaan.
Mencari penyulut asa, di terik mentari yang membakar raga .

Tapi cinta bukan hanya logika.
Tapi cinta lebih rumit dari matematika.
Dia mampu beriak dalam damai suka cita.
Dia sanggup Tenang dalam hingar gelisah nestapa.

Maka mendekatlah dalam pelukan rindu.
Maka bernyanyilah meski asmara tak lagi merdu.
Maka jangan hentikan berdebarnya jantung.
Maka bersinarlah, Meski langit semakin mendung.

Jalan asmara berliku, riuh, dan berbatu.
Namun tak juga berarti buntu.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: