RSS

puisi masturbasi


puisi, gurindam, sanjak, pantun dan lagu,
adalah sebuah ketakmampuan kumbang menyunting bunga.
ia hadir begitu indah, mendayu, penuh rayu,
hanya untuk topengi raga dari lukanya jiwa.

kalau hanya puisi saja aku tak mampu,
maka untuk apalagi adaku kini.
hanya meretas jejak berduri
yang tak kumengerti, kapan berhenti

aku hanya burung kecil dalam sangkar.
yang tiada daya wujudkan hasrat.
karna sekuat apapun aku meratap,
sangkar terlalu angkuh menghalang harap.

Duhai putri dambaan hati,
seribu puisi setiap hari, pasti sanggup ku saji
karna tinggallah itu yang kumiliki
untuk mengais indahmu dari sini.

Advertisements
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: