RSS

Untukku, untukmu, untuk cinta yang sepantasnya kita bertaruh.


Bila hangat ini tlah cair
Bila luka tlah beku
Bila kebuntuan terdesak nafas sesak
Apa berlaku selain do’a meski tersedak

Kuputuskan yang mungkin lirih
Demi nafas suci bidadari dalam perih
Kuminta ikhlasmu memenjara hasrat
Karna cinta yang kita punya melimpah, dalam dan begitu kuat

Ku tarikan tarian cinta bersamamu setahun utuh
Kuyakinkan kau yang terbaik tuk berlabuh
tapi isyarat malam belokan layar
Namun kuyakin cuma tertunda bukan meninggalkan.

Keyakinan melunak di pasar ramai
Ketika logika terbantah realita
Dipaksa aminkan takdir yang belum tentu takdir
Karna Tuhan berisyarat bukan beradu urat

Mengapa siang mesti kalahkan malam
Mengapa mentari mesti mendikte sinar rembulan
Mengapa cinta mesti terpasung dogma kelam
Mengapa kita mesti patuh pada keadaan

Sayangmu tak pantas terucap selain olehku
Hambar, busuk, dan parau terasa dikalbu
Nakalah sekali dalam seumur hidupmu
Menjadi hanya miliku meski semesta menentang dan tak mau tau.

Untukku, untukmu, untuk cinta yang sepantasnya kita bertaruh.

Advertisements
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: