RSS

hedonisme disarang lebah penuh madu


Harus seperti apa nasib kita?
Untuk buat terbuka sedikit saja kau punya mata.
Mesti bagaimana prahara yang tercipta?
Agar tergugah saripati empati dari hati yang tak jua perduli.

Hedonisme disarang lebah penuh madu.
Manis yang untukmu bukan selain kamu.
Perduli hanya menyengat sang pengusik.
Ketika kenyamanan sungguh tengah terusik.

Ketika kuajak kesenggangan menyambang sedih dan pilu.
Untuk sejenak saja bermain airmata dimata air bahagiamu.
maka sebatu karang cibir di bibir tanpa perlu dipikir.
Menolakku mentah, dan berlalu bak kuda dan sang kusir.

Otak – otak padat, di hati – hati kosong.
Tanpa manfaat selain perutnya yang kian merongrong.
Harus Tuhan yang mendesakmya menangis.
Agar tersadar ada orang lain membantunya tuk tak melulu meringis.

Mengapa begitu merugi kau kalkulasi?
Untuk satu harimu penuh peduli.
Hedonisme di sarang kemapanan.
Adamu tak ada, artimu yang mengerti mungkin cuma Tuhan.

Advertisements
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: