RSS

luka – luka hati


Riak – beriakku nan surut.
Ketika cakrawalamu meredup.
Kobar – kobaranku padam.
Bersama datangnya topanmu mendendam.

Terilhami hati oleh merebaknya fajar.
Mangais kesombongan ditapak nan gusar.
Bernyanyiku dirintik hujan.
Lantang terdengar, namun parau tak berkesan.

Sembilu ini bercabang jadinya.
Menyayat di sini dan juga di sana.
Ketika nada merdu berirama.
Harus meluka suasana yang tengah duka.

Kini dimana mencari angin?
Untuk bahtera hati yang dingin.
Kembangkan layar yang makin terkapar.
Sedang arah tlah kian memudar.

Maluku bersimpuh meminta tolong.
Karna jiwa tergadai sombong dan bohong.
Sambangi rembulan hirup embun pagi.
Semoga terbasuh perihnya luka – luka hati.

Advertisements
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: