RSS

mana musik indonesia, yang musik sesungguhnya?


Aku jelas pecinta musik, bahkan aku bisa bernyanyi dengan tidak fals, bahkan aku bisa memainkan beberapa alat musik dengan benar, bahkan aku bisa mencipta lagu dengan sepenuh hati. Masalahnya cuma suaraku, keterampilanku, dan karyaku ga masuk hitungan, ga layaklah ditelinga produser dan orang – orang yang berkompeten. Jadi ya, cukup deh jadi penikmat, dan pendengar yang baik. Jika harus berkreasi ya buat konsumsi sendiri aja, hik3.

Ternyata sebagai penikmat dan pecinta musikpun bukan tanpa masalah loh. Di masa remaja dulu musik begitu “beragam”, bukan hanya genrenya, tapi juga idealismenya, juga misinya. Musik – musik komersil tetap ada, ada pop, top 40, namun disebelahnya aku dengar ada ebit dengan lirik kemanusiaannya, bimbo dengan pop rohaninya, iwan fals dengan protes dan jeritannya, godbless dengan rock sosialnya, dan belakangan slank yang polos melantunkan sisi – sisi hidup kita. Dan banyak lagi yang aku udah agak lupa.

Beliau – beliau ini tetap juga melantunkan nada – nada cinta, juga pandai mendayu – dayu, karna hampir tak ada seorang musisi yang ga punya jiwa melo menurutku. Namun, jauh – jauh didalam karya – karyanya, sungguh terasa apa yang mereka resahkan, yang mereka idealkan, yang mereka perjuangkan. Jika ebit lirih, maka sungguh kita akan dibawanya sama bersedih, jika bimbo memohon kepadaNya, maka sungguh tergerak hati bertobat, bersujud, dan meminta. Jika iwan berteriak, maka sungguh jelas dihadapan, bahwa dia tengah marah karna rakyat terinjak – injak.

Kita pemusik atau bukan pemusik, bisa atau tidak bisa bernyanyi, akan sama tergerak untuk larut bernyanyi (meski dihati) ketika dengan jujur mengalir, syair – syair sederhana, yang nampak jelas menyuarakan sisi – sisi yang sulit, atau belum sanggup kita gapai, atau terhalang tembok kokoh keangkuhan.
Mereka jadi seperti “peri” untuk kita, ada didepan memperjuangkan nasib malang kita, memeluk penderitaan kita, memberi dan mengajak kita untuk tersenyum.

Sungguh mereka pantas dirindu. Kenapa pantas dirindu? Hmm tidakkah saat ini kita merindu? Merindu suara – suara lantang, dan syair – syair jujur? Kenapa harus merindu? Karna kini hampir tak ada lagi.
Musik, kini jadi industri, profit orientasi, lahan bisnis. Musik diseragamkan, di “trend”kan, dikomersialisasikan. Sekarang trend apa? Band pop? Ayo smua band pop. Band melayu? Ayo smua melayu, boy band? Ayo boyband sama girl band, bahkan ada trend musik religi, bahkan ada lagi trend musik yang konyol menurutku, mempermalukan musik sebagai seni. Musik indonesi sudah jatuh, terjun bebas ke dasarnya jurang ketololan. Yaitu trend selebritis bernyanyi, bikin album dan jadi penyanyi, parahnya lagi, banyak dari mereka dengan tidak malu mengakui bahwa mereka tidak pandai bahkan tidak bisa bernyanyi. Parahnya lagi albumnya meledak dipasaran. OMG

Banyak musisi muda bagus, potensial, dan “berjiwa” menurutku, hanya saja mereka habis tergilas kejamnya industri, sebagian dari mereka yang selamat dan bisa berkancah harus sudi melacur dan membuang jauh – jauh idealisme dan segudang mimpi “indahnya” untuk digantikan dengan keindahan lain yang jauh lebih indah kelihatannya.

Jadi pantaslah jika negeri ini sungguh terseok – seok dalam membangun mental bangsa, nilai – nilai luhur, dan norma – norma, sebab dari sisi seni dan budaya yang paling akrab dan mudah dicerna oleh masyarakat luas, negeri ini telah salah menghadirkan panggung dan pengisi panggungnya. Setiap hari telinga – telinga rakyat bawah disuguhkan alunan – alunan tanpa makna, gombal, dan membodohi dengan kebodohan.

Duhai musisi – musisi muda, tidakkah selain kau memperdengarkan suara, kau juga mendengar apa yang pendengarmu rasakan? Tidakkah selain kau tampilkan keindahanmu, kau juga saksikan apa yang penontonmu tangiskan? Tidakkah kau malu menjadi seorang musisi, menjadi seorang seniman, namun hatimu terbekukan dan terpenjara oleh nilai – nilai kerdil?

Maka tidak akan negeri ini berubah, jika seni dan budaya yang paling mudah dikonsumsi masih saja seperti nasi basi.

Mana musik indonesia yang musik sesungguhnya ?

Sudutmasdud.wordpress.com

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: