RSS

memangku badai,memeluk halilintar


Keinginan biasa saja, satu ketika mahal harganya.
Realistis, ekonomis, terjaga oleh bising kenakalan fikir dan rasa.
Hingga badai datang, tak untuk dielakkan.
Hingga halilintar dipeluk, bukan di khawatirkan.

Andrenalin bak balutan garnish di hidangan utama.
Tanpanya hambar, tak menarik, tak menggiurkan selera.
Meski menaburnya boleh jadi cita rasa terporak porandakan.
Namun darah – darah arjuna lebih pekat ketimbang benteng – benteng kenyamanan tanpa tantangan.

memangku badai, memeluk halilintar.
Esok tiada duga, karna kekinianpun sesak dengan debar dan getar.
Lepaskan diri dari jerat stagnasi.
Terperangkap dalam euforia pemberontakan eksistensi.

Memangku badai, memeluk halilintar.
Sebuah pilihian berpaling dalam gusar.
bukan coba membedakan,
Melainkan letupan, dari rasa yang sering terabaikan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: