RSS

saat meminta maaf


Langkah – langkah ini seragam dalam keragaman.
Ingin – ingin ini satu dalam jutaan.
Letupan meriam asa – asa, akrab menyapa pagi melantunkan disharmoni.
Namun selalu saja hari terisi bisik, umpat, dan tak saling memaklumi.

Kotor bicara di satu ketika.
Mengusik asik jiwa yang tengah tekun dalam irama.
Nakal laku sekali – sekali.
Menawan kesadaran tuk coba memahami.

Lalu dimana tersimpan harum mawar kemanusiawian?
Lalu apa yang menahan untuk tetap berjajar, dan berjalan beriringan?
Lalu mengapa tak kau bunuh saja dia penetes nila di belanga susumu?
Lalu siapa kekasih hati, yang sudi tersenyum dalam salahmu?

Bulan ajaib kawah chandra dimuka.
Memapah jiwa – jiwa tertatih dan terluka.
Menempeleng kepala – kepala yang mulai pongah.
Mengumpul tali ukhuwah yang mulai goyah.

Bertatapnya mata, bertemunya jemari.
Luaskan hati, besarkan jiwa, sambungkan silaturahmi.
Menerima dan memberi kembali bertaburan.
Kata maaf harum mewangi dibibir – bibir nan menawan.

Minal a’idin, wal faidzin,
Mohon maaf lahir dan bathin.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: