RSS

tembang asmara, nun di kedalaman hati.


Tembang asmara nun di kedalaman hati, berbias sudah.
Berganti dengan keterus terangan.
Harap berkepanjangan cemas tak berkesudahan,
Kini sirna terwakili singkat hadir jawaban.

Hidup menyempit, nafas makin bergemuruh.
Surga dirakit, besar kepala, namun kaki dan tangah begitu lumpuh.

Cakrawala, samudra, hutan belantara,
Yang berderit melaju lamban bak pedati reot.
Kini melesat cepat tanpa basa basi, tanpa suara.
Tanpa derit tanpa laju pedati reot.

Lalu apa yang harus menimpa hati?
Haruskah berhenti, tertawan dan mati?
Sedang akal, tlah liar bergerilya.
Hinggap di menara2 keangkuhan bersemayam di istana2 kemapanan.

Banyak lesatan, namun tak sedikit ketertinggalan.
Kegagapan, kegalauan, bercampur dgn uforia ketakterkendalian ego, kerakusan, dan ketakpedulian.

Tembang asmara, nun di kedalaman hati.
Yang mengalun lirih membuai mimpi.
Merajut jalan cinta dua merpati.
Tak seharusnya kau mati, meski bumi tak butuh lagumu lagi.

 

2 responses to “tembang asmara, nun di kedalaman hati.

  1. masdud

    August 18, 2011 at 7:28 pm

    Di komen dunxx

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: