RSS

aku tak perlu malu


Idiot yg memalukan,
Tak jua tersadarkan.
Tapi,…aku tak perlu malu.

Derita adalah pilihan.
Karna larut didalamnya,
bukanlah keharusan.

Tapi adakah saat sedikit saja
Untuk batalkan si air mata yang kan jatuh?
Manakala sembilu tlah dalam lukai hati,
yang melulu patuh.

Tapi bukan negriku,
Jika tak sanggup berseri ditangis sendiri.
Tapi bukan negriku,
Kalau tak mampu sunyi dalam ramai hingar hipokrisi.

Kami lahir dibanyak tabir.
Tebal namun remang,
Tipis namun berlapis.

Biarkan kami terlena,
Toh dalam terjaga kami tetap merana.
Dan akan kami biarkan kalian merampok,
Toh bila dihentikan, kalian tak sudi kapok.

Jadi, teruskanlah mahasinetron ini.
Kita sangat terlatih untuk berimprovisasi.
Tak guna risau salah dialogmu, salah lakumu.
Akan ada sutradaramu yg rela busungkan dada,
demi membela, demi membenarkan
“salah dialogmu”, salah lakumu.

Mari angkuhlah berseragam,
Mari pe-delah berseragam.
Hingga dititik nadir mereka mencibir,
Kita tetap membatu tanpa khawatir, tanpa berpikir.

Mungkin ini bisa jadi bangga kita,
Negri kaya serba ada.
Idiot yang menyedihkan,
Tak jua termusnahkan.

Tapi,…..aku…tak perlu…malu…

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: