RSS

kita pelupa


Sungguh terlukanya hati mendengar orang – oran pintar itu bicara
Seenaknya melecehkan dan begitu merendahkan.
Tak taukah mereka bahwa semua yang mereka bisa semata – mata karena siapa?
Tak ingatkah mereka apa yang terjadi ketika kita telah murka?

Kita memang bodoh, kita memang miskin, tapi apa kita juga pelupa, seperti kata mereka?
Cukup dengan beberapa lembar warna biru atau merah, cingcaylah, pilih lagi mereka.
Dan pembelaannya mudah, bahwa kita bangsa pemaaf, that’s it, itu saja.
Kita akan dengan segera dan rela memaafkan dan melupakan kejadian – kejadian yang telah melukai perasaan dan telah sangat merugikan nasip kita.

Sungguh malang jadi rakyat di negeri ini.
Dibuai, dikasihi, disayangi, dgn janji2 hanya lima tahun sekali.
Kemudian kembali jalani hari – hari dengan rintihan di hati.
Semua tlah terbiasa nikmati mendung di terik mentari.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: