RSS

merenungi negeri ini


Merenungi negeri ini, bertahun tak kan pasti.
Seperti sinetron ber seri, yg kian kemari, kian rumit dimengerti.

Tujuh dari sepuluh kawan, memilih pergi.
Menetap di lain negeri, yang dengan beribu keadaan, telah mereka singgahi, dan nyaman di hati.

Berada didalamnya, bak pandawa tanpa tahta.
Melihatnya dari kejauhan, bak nelayan menatap badai dan topan.

Nasionalisme jadi sisa makanan terselip di gigi.
Dikorek, dicari, didapatkan, untuk kemudian dihempaskan.
Semarak dipodium – podium kehormatan.
Laku dijual dipasaran, konsumen yang tak mengerti cara mengenakan.

Wahai para pahlawan yg tersisa.
Yang rumahnya digusur, oleh barisan penerusnya.
Apa yang terbersit dihatimu dulu?
Ketika nyawa kau gadai diladang pembantai?
Apa tlah kau raih cita – citamu?
Ketika negeri yang kau bela, tlah merdeka dalam damai?

Wedus, salah urus, tak mengerti kapan mendengus.
Taunya hanya rakus, sawah suburpun menjadi tandus.

Kaya raya papua, lebat hutan kalimantan, dan semua yang melimpah dijajaran pulau – pulaumu.
Apa tak mampu buatmu malu?
Melihat mereka tetap jelata, padahal di pekarangan tertimbun emas permata.

merenungi negeri ini,
sedetikpun cukup pasti.
Negeri kaya, anggun dan indah.
Namun mata tak jua terbuka dan hati tak jua merekah.

Tapi ku tetap disini, untuk artikan cinta padamu.

Advertisements
 

2 responses to “merenungi negeri ini

  1. masdud

    August 18, 2011 at 9:01 pm

    Mari merdeka, sudahkahhh???

     
    • sudutmasdud

      August 18, 2011 at 9:05 pm

      Berusahalah…karna merdeka itu hak

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: