RSS

puasa negeri, puasa sebagai bangsa


bukan cuma muslim yang tau apa itu puasa
semua umat beragama, bahkan yang tak beragama tau, dan faham betul apa itu puasa
sekarang aku tak mau sok membahas tentang pemahaman puasa
yang pasti ku tau, dan telah kurasakan, puasa itu baik, karna bermanfaat baik.

saat ini semua muslim larut berpuasa. melatih diri menjadi pribadi sempurna, sehingga nanti di masa depan, bekal latihan ini diharapkan dapat terus lekat dalam langkah – langkah hingga tak lagi dapat melangkah.

Ada energi baik (walau mungkin seringkali, dipaksa – paksa sebisanya berkesan baik) timbul menjadi keseragaman sikap, dan tingkah keseharian yang sungguuuh “baik”. Nyonya penggosip berubah begitu pendiam dan santun. Tuan pembohong terbalik jadi separuh malaikat jujur. Si abang yang ganas sontak jadi sangat lembut keibuan (ups) de el el de el el.

Tidak sedikit yang bukan saja sanggup melalui wisata hati ini dengan baik, bahkan membawanya terus menjadi wisata hidupnya, namun banyak juga yang ahirnya menjadikan ini hanya sebagai chalenge, masa, saat, moment yang memang harus dilalui, dan setelahnya kembali normal (senormal pemahaman hidup sebelumnya) tanpa memperdulikan makna – makna dari moment sebulan yang payah – payah dilaluinya.

Apapun pemahaman kita tentang puasa, satu saja yang mungkin coba ku petik manfaatnya bagi hidup, bahwa puasa telah dengan begitu ajaib telah mampu menjadi “penahan” diri kita.

Ada keengganan berbuat tidak benar, ada spirit untuk berlaku benar, ada kemauan untuk memperhatikan dan ada kemampuan untuk membagikan.

Lalu siapakah pribadi – pribadi yang sukses menjadikan moment berharga ini menjadi manfaat? Dan apa manfaat yang seharusnya sungguh terasa jika dianggap sukses? Mengenai pribadi yg sukses meraih manfaatnya mungkin ga ada kapasitas aku mengulasnya, namun iseng – iseng coba ku buat alat ukurku sendiri untuk mengetahui apa manfaat dan telah adakah manfaat yang terasakan untuk kita dan negeri tercinta.

Dengan kebanggaan sebagai negeri dengan muslim terbesar, yang pemimpinya adalah muslim, dengan aparat – aparat birokrat yang mayoritas muslim dari pusat hingga pelosok terpencil, tentulah benefite dari puasa ramadhan yang satu bulan setiap tahunnya akan begitu terasa bagi kemaslahatan. Dengan bekal latihan rutin ini, pemimpin dan rakyat negeri ini tentunya akan sangat mahir dan terbiasa untuk menjadi orang baik, orang benar, dan tentunya negeri yang baik serta negeri yang benar. pandai menahan diri, penyabar, jujur, amanah de es be de es be. Hingga terakumulasi hingga menjadi negeri yang mungkin enggan untuk dituliskan di kertas – kertas penyair dan tergambar di kanvas – kanvas pelukis, karna begitu sempurna kebaikan dan kebenarannya.

Lantas apa yang salah jika dengan pelatihan begitu baik, negeri ini tidak juga baik?

Dengan pelatihan yang begitu benar, negeri ini tidak juga benar?

Padahal kuyakin tidak sedikit dan bahkan begitu banyak pribadi baik dan benar yang sanggup melekatkan ramadhan ini larut terus dalam hidup – hidupnya. tapi mengapa? atau jangan – jangan lebih banyak yang tidak?

Atau mungkin puasa bukan hanya untuk pribadi – pribadi? mungkinkah puasa juga berlaku untuk negeri ini?

Puasa sebagai bangsa?, menahan diri untuk tidak benar sebagai bangsa?. Entah seperti apa mekanismenya. mungkin berhenti dulu untuk berkancah karna kok ya semakin berkancah jadi semakin jauh dari manfaat puasa…ah entahlah….

Sebagai muslim terbesar, jika puasa diibaratkan “lumbung padi”, kita hampir menjadi ayam yang mati didalamnya. Naudzu billa…

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: